Penonton Rusuh, Sanksi Mengancam

MAKASSAR -- Derita berlapis kini harus ditanggung PSM. Selain tidak berdaya oleh tamunya, Semen Padang karena kalah 0-1 di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu 27 Novemver malam tadi. PSM pun harus siap menerima sanksi dari Komdis PSSI akibat pertandingan berakhir rusuh.

Bila pada laga melawan Persiwa Wamena aparat keamanan yang membuat ulah, kini suporter PSM yang mengamuk. Kericuhan terjadi lima menit menjelang pertandingan usai. Suporter di tribun utara masuk ke dalam sentleban melihat tim kesayangannya tidak mampu mengejar ketertingalan satu gol Saktiawan Sinaga yang diciptakan pada menit ke-60'.

Tak lama kemudian, suporter di tribun timur ikut merangsek masuk ke dalam lapangan. Akibatnya, wasit dan pemain dari kedua tim lari menyelamatkan diri dari kebrutalan ratusan penonton.

Padahal, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin sudah mengumumkan laga ini disaksikan Kapolda Sulsel Irjen Jhony Waenal Usman dan Pangdam VII Wirabuana Brigadir Jenderal Amril Amir. Penonton yang merasa kecewa melampiaskan kemarahan mereka dengan menghancurkan papan iklan yang ada di tepi lapangan.

Meski belum ada keputusan remsi dari Komdis PSSI. Kerusuhan ini tentu menjadi ancaman bagi PSM tak bisa menggelar laga dengan penonton di Stadion Andi Mattalatta. Kerusuhan sama sempat terjadi musim lalu saat PSM menjamu Persela Lamongan. Akibat kerusahan itu PSM dikenai sanksi tanpa penonton untuk laga berikutnya.

"Kita belum bahas sanksi itu. Yang kami tahu dari layar kaca, bahwa laga itu berakhir rusuh, dimana-mana kalau rusuh tentu ada konsekuensi," kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Sementara itu, pertandingan antara PSM dan Semen Padang menghadirkan insiden ketika laga baru berjalan delapan menit. Stoper PSM, Goran Subara terkapar di atas lapangan usai berbenturan kepala dengan David Pagbe memperebutkan bola sepak pojok di areal kotak penalti Semen Padang.

Goran terlihat kejang-kejang, dan mulutnya mengeluarkan busa. Pemain asal Australia ini langsung dilarikan ambulance ke rumah sakit Islam Faisal guna mendapat pertolongan pertama. Fadli Hariri lalu masuk menggantikan Goran.

Sementara itu, seperti laga-laga sebelumnya, PSM memperagakan permainan lamban dan mengandalkan serangan balik. Sebaliknya, Semen Padang mendominasi dengan melakukan serangan dari berbagai sisi untuk membuka pertahanan tim tuan rumah.

Legiun asing Semen Padang Esteban Vizcarra membuat kiper Deny Marcell harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Pada menit ke-27, tendangan jarak jauh Vizcarra berhasil digagalkan Deny. Begitu juga pada kesempatan keduanya tiga menit kemudian.

Publik tuan rumah sempat bersorak kegirangan ketika sundulan Andi Oddang menjebol gawang Jandia Eka di menit ke-34. Namun wasit menganulirnya, karena Richard Obiora terlebih dahulu terperangkap off-side. Hingga babak pertama usia, skor imbang tanpa gol tetap bertahan.

Di babak kedua, PSM meningkatkan intensitas permainan, dan mulai melakukan tekanan ke pertahanan tim tamu. Sementara Semen Padang tidak mengubah gaya permainan, sehingga pertandingan berlangsung menarik.

Suporter tuan rumah terbungkam ketika Saktiawan berhasil menjebol gawang Deny pada menit ke-60 usai menerima umpan matang dari Vizcarra dari sektor kanan pertahanan PSM.

Tertinggal satu gol membuat PSM meningkatkan intensitas serangan PSM semakin meningkat. Namun pola serangan yang tak terarah memudahkan barisan belakang Semen Padang mematahkan serbuan tuan rumah.

Namun lima menit sebelum laga usai, penonton tuan rumah mulai memperlihatkan sikap tak terpuji. Mereka merangsek masuk ke dalam lapangan, sehingga pertandingan terpaksa dihentikan sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, Semen Padang memetik kemenangan 1-0.

Manajemen PSM hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini. Manajer PSM, Hendra Sirajuddin menyatakan, apapun sanksi dari Komdis PSSI, PSM akan lapang dada. "Kami tak bisa menyelamatkan pertandingan. Kami sangat menyesali aksi suporter seharusnya mereka bisa menahan diri," kata Hendra.

Next Prev
FHERU