VIVAnews - Aktivitas Gunung Bromo di Jawa Timur terus meningkat. Gempa tremor dan luncuran abu vulkanik masih terjadi hingga kini.
Ketinggian abu vulkanik Gunung Bromo sempat hampir mencapai satu kilometer pada Sabtu 27 November 2010, saat terjadi letusan.
Hingga kemarin malam, letusan-letusan kecil yang memicu keluarnya abu vulkanik halus setinggi 600-700 meter itu telah mengarah ke barat dan barat daya, atau sekitar Kabupaten Malang serta Pasuruan. Letusan itu terlihat dalam tayangan video.
Meski demikian, abu vulkanik akibat letusan kecil Gunung Bromo itu belum berdampak pada aktivitas warga di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Di desa yang hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari Gunung Bromo itu juga belum terlihat adanya abu vulkanik.
Erupsi pertama Bromo terjadi pada Jumat petang pukul 17.40 WIB. Malam harinya, Bromo sempat mereda. Letusan Bromo kembali terjadi pada Sabtu pagi.
Berdasarkan pantauan visual, asap tebal berwarna kehitaman dengan ketinggian 600-700 meter ke luar dari kawah Gunung Bromo. "Bertiup ke arah barat daya, ke Malang," kata petugas pemantau Bromo, Agus Rukman.








